Di Akhir Mutasi Kaban Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Bappeda Garut

oleh -372 Dilihat

Garut_tabloidpersada.com
Setelah beberapa bulan lalu tepatnya tanggal (13/4/2022) Di Dinas Pertanian Kabupaten Garut ada insiden berselisih paham antara Oknum Satpam berinitial (J) dan seorang Wartawan berinisial (AS) dengan cara menghalangi (AS) yang akan menemui salah seorang ASN di Kantor tersebut dan berakhir damai.

Kini kembali terjadi Oknum Satpam ciderai Wartawan, terkait hal itu puluhan wartawan geruduk Kantor Bappeda.
Oknum Satpam yang bertugas di Kantor Bappeda berinisial (R) memperlakukan tidak menyenangkan pada salah seorang wartawan berinisial (UL.) 29/07/2022,

seperti yang dibeberkan oleh awak media ( UL ),kepada rekan seprofesinya yakni kedatangan ia ke kantor BAPPEDA untuk ketemu Sekban dengan keperluan ada yang perlu di konfirmasi, memang diakuinya lewat jalannya pintu belakang karena hari jum’at dengan maksud akan bertanya dulu bahwa usai jumat saya (UL) akan menghadap, jadi bukan langsung menuju Ruangan yang dituju,tiba-tiba Petugas/ Satpam yang ditilai tanpa etika,tanpa tutur kata yang baik dan terkesan kasar, berakhir dengan tindakan pengusiran saya ujar( UL), sontak saja puluhan wartawan Garut yang berada di itu Pemda Garut kala itu diantaranya Endang Supardin ,Wa Oded,Aam Sutisna dan yang lainnya sebagai wujud solidaritas sesama Jurnalis yang terhimpun baik Media Cetak maupun online sontak saat itu mendatangi kantor Bappeda

Selanjutnya dikonfirmasi melalui staf yang ada di kantor Bappeda, ihwal kejadian ini yang sangat menyinggung para jurnalis dan siap akan memanggil petugas Securitynya yang berselisih paham dengan awak media tersebut untuk diadakan islah.

Setelah di konfortir kedua belah pihak akhirnya pihak petugas Satpam (R) menyatakan permohonan maaf baik secara pribadi maupun secara Corpnya (R.G), kepada para insan pers Garut atas perilakunya yang tidak berkenan, diluar dugaan dan saya hilap dengan kata kata yang telah diungkapkannya.

Namun sampai berita ini diterbitkan ungkapan ( UL ) mengatakan bahwa secara pribadi sesama muslim saya menerima permintaan maafnya, tapi secara profesi saya akan lanjutkan ke ranah hukum ( atas perbuatan tidak menyenangkan ini sebagaimana diatur pasal 335 ayat 1 KUHP ) dan sebagaimana di ketahui kami bertugas tentu memakai Kode Etik Jurnalis (KEJ),sebagaimana diatur oleh Undang-Undang No.40 Tahun 1999 tentang PERS.Pungkasnya
(AES)***

No More Posts Available.

No more pages to load.