ESI Garut Ubah Stigma Negatif Game Online Lewat Piala Kemerdekaan

oleh -384 Dilihat

Wakil Bupati Garut mengapresiasi langkah ESI Kabupaten Garut dengan memberikan kesempatan bersekolah secara gratis

GARUT, -tabloidpersada.com- Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman membuka secara resmi Piala Kemerdekaan dengan tema “Jangan Jadi Pecandu, Jadilah Atlet Yang Membanggakan Daerahmu!”, digelar di Kopi Tiluwan, Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (27/8/2022).

Acara ini diinisiasi oleh E-Sport Indonesia (ESI) Kabupaten Garut dengan tiga kategori game yang diperlombakan, yaitu Mobile Legends, Free Fire, dan PUBG.

Wakil Bupati Garut mengatakan, pihaknya menyambut baik acara Piala Kemerdekaan yang juga turut diikuti oleh atlet-atlet E-Sport dari Provinsi Jawa Barat ini. Menurutnya, ini merupakan salah satu kreativitas para atlet E-Sport untuk mengasah kemampuannya.

Terkait stigma negatif mengenai game online di masyarakat, Wabup Garut mengungkapkan bahwa para atlet ini dipersiapkan dengan baik sehingga nantinya bisa membanggakan Kabupaten Garut.

“Jadi bukan candu tadi sebagaimana juga tagline kita dan itu yang dikhawatirkan orang tua. Ini bukan candunya, tapi bagaimana ini menjadi atlet yang bisa karena ini kan (sama seperti olahraga) catur, sama olahraga otak dan olahraga jari,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Wabup Garut juga mengapresiasi langkah ESI Kabupaten Garut, yang memberikan perhatian bagi para atlet maupun para penggemar game online dengan memberikan kesempatan agar bisa bersekolah secara gratis sampai mendapatkan ijazah sekolah.

“Jadi tetap seimbang antara bagimana menyiapkan di bidang yang lain dan olaharga ini, ini harus seimbang sehingga masa depannya betul-betul ya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua ESI Kabupaten Garut, Widi Nugraha menyampaikan, pertandingan ini diikuti oleh kurang lebih 150 tim peserta yang dilaksanakan selama dua hari.


Widi menerangkan, salah satu tujuan diselenggarakannya Piala Kemerdekaan ini adalah untuk mengubah pemikiran negatif di masyarakat terkait game online , dimana saat ini game online bisa menjadi salah satu sarana untuk meraih prestasi sebagai atlet E-Sport.

“Fungsi KONI melalui ESI ini itu adalah bagaimana cara memberikan edukasi kepada para atlet, main game dengan waktu yang lama dan terlalu banyak itu bukan seorang atlet, tapi itu pecandu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah edukasi kepada para penggiat game online adalah membatasi waktu bermain dengan waktu bermain tidak lebih dari 4 jam serta melakukan evaluasi permainan setelahnya.

“Jadi dari empat jam itu porsi bermainmya 12 kali bermain, 12 kali permainan itu di evaluasi, setelah melakukan evaluasi mereka akan meng set up kembali dan juga berlatih pemanasan juga nah seperti itu yang kita lakukan,” katanya.

Terkait sekolah gratis, Widi memaparkan bahwa tidak hanya atlet yang disekolahkan namun juga para penggiat E-Sport yang tergabung di ESI. Menurutnya, ini merupakan sebuah perhatian dari ESI Kabupaten Garut yang telah menjadi rumah bagi para penggiat E-Sport di Kabupaten Garut.

“”Itu (diberikan ijazah) SMP nanti dilanjut sma ada sepuluh, jadi yang SMP sudah lulus sekarang masuk ke SMA nya kejar paket itu. (total) ada 17, kalau atlet ESI semuanya ada 64 atlet khusus Garut jadi itu bermacam macam dari lima kategori games,” tandasnya.
ssumber_diskominfo_garut.
(AES)***

No More Posts Available.

No more pages to load.