KASIH TAK SAMPAI

oleh -380 Dilihat

KASIH TAK SAMPAI

Oleh : Denny.AR
Dengan tergesa-gesa Alin berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang mulai sepi. Waktu menunjukan pukul 23 malam, “Ini artinya Bimo sudah 24 jam lebih berada di rumah sakit ini” bisik hatinya Tapi sudah hampir dua jam alin berkeliling-keliling dilorong-lorong rumah sakit ini. sambil bertanya pada petugas dan orang-orang yang berada disana namun jejak Bimo masih belum ditemukan.
Kabar kecelakaan yang dialami Bimo, Alin terima dari tetangga kostnya Bimo disebuah Mall secara tak diduga dan tergesa-gesa . Karena saking kaget dan kalutnya Alin tak sempet menanyakan,di Gedung dan ruang apa Bimo dirawat bahkan no telpon sipemberi kabarpun tak sempat dicatatnya,.Alin hanya menerima kabar bahwa Bimo sekarang ada dirumah sakit.tidak kurang tidak lebih.
Yang membuat Alin semakin resah adalah membayangkan Bimo yang terbaring lemas sendiri diatas kasur,tidak ada yang menemani karena Bimo sebagai anak rantau yang jauh-jauh dari pulau Sumatra datang kesini hanya untuk menuntut ilmu. Bimo tidak punya keluarga dikota ini.
“Akankah Bimo dilayani secara wajar oleh pihak rumah sakit bila ternyata Bimo tidak punya dana yang cukup untuk bayar uang jaminan,” gunamnya
Alin sering mendengar kisah-kisah duka para pasien rumah sakit yang dibiarkan terbaring sendiri tidak dilayani karena persoalan tidak punya uang jaminan, dan tidak ada yang bertanggung jawab dari pihak keluarga.

Alasannya macam-macam administrasilah.kurang itulah,kurang inilah yang jelas uang menjadi syarat utama bila berobat dinegeri ini,sedangkan sang pasien sangat membutuhkan penanganan yang segera.Kalau sang pasien meninggal karena tidak segera di tangani maka jawabannya pasti klasik “ Itu sudah takdir,sabar sajalah”..Lamunan Alin jadi kemana-mana
.”Yaaa Tuhan harus kemana lagi aku mencarinya” Alin membatin.Sementara malam semakin larut, Alin hanya sendirian tanpa kawan yang menemani.di tengah-tengah Rumah sakit yang besar seperti ini.Kakinya sudah terasa pegel dan ada rasa kehawatiran yang luar biasa.Untungnya Alin segera menemukan bangku disalah satu sudut lorong.Alinpun ahirnya duduk dengan mata yang lembab berkaca-kaca.
Terbayanglah segala yang pernah dialaminya bersama Bimo sejak dua tahun yang lalu. Bagaikan didalam layar perak semua tergambar,jelas semua terbayang…
Alin dan Bimo pertama bertemu pada acara Pekan orientasi mahasiwa sebuah perguruan tinggi,keduanya berada satu kelompok yang sama dan secara aklamasi keduanya dinobatkan sebagai Raja dan ratu.
Awalnya Alin merasa rikuh dan kaku namun lama kelamaan setelah banyak mengenal Bimo,Alinpun malah merasa nyaman karena Bimo orangnya enak diajak bicara,kalem dan pinter,wawasannya dalam berbagai hal cukup luas serta mampu mengimbangi setiap obrolan maupun diskusi-diskusi yang diadakan oleh kelompok.
Bimo selalu mampu memberikan solusi terhadap persoalan-pesoalan yang ada ataupun tugas-tugas dari para senior.Bimo adalah tife laki-laki yang bertanggung jawab. Itu terbukti ketika terjadi insiden kecil yang menimpa salah seorang temen bernama Yandi saat camping di gunung lawu sampe harus dirawat dirumah sakit akibat jatuh dari sebuah jurang,sementara keluarga Yandi tidak terima atas musibah itu, Maka Bimo dengan segala kerendahan hatinya maju kedepan dengan tidak melibatkan temen panitia yang lain.Bimo harus berurusan dengan yang berwajib dan mendapatkan hukuman penahanan beberapa hari .Dan ketika persoalannya merembet kemana-mana Bimo dengan tegar menghadapinya,Bimo tidak mau merepotkan temen-temen yang lain,Dia sebagai ketua panitia bertanggung jawab atas segala yang terjadi. Itulah Bimo yang membuat Alin jatuh cinta.Itulah yang mebuat Alin berjanji pada Bimo untuk menyayanginya dan setia untuk selamanya.

Dua tahun sudah Alin dan Bimo menjalin kemesraan,dengan sebuah ikatan janji saling setia dan saling menyayangi.Selama itu pula sudah tercipta banyak kebahagiaan yang alin rasakan,ketentraman dan kenyamanan yang sangat diimpikannya .Hari-harinya jadi penuh Bunga dan mimpi-mimpi yang indah tanpa keluh kesah karena pada setiap persoalan hidupnya selalu ada Bimo yang memberi masukan penuh kasih sayang,tidak menggurui dalam setiap arahan yang diberikan padanya. Bimolah laki-laki yang sangat dicintainya tak ada lagi laki-laki lain dalam hidupnya.Namun malam ini “apapun yang terjadi Aku harus berani mengatakannya pada Bimo tentang apa yang akan menimpaku.” Bisik hati Alin
Sebulan yang lalu dengan tidak ada angin tidak ada hujan,tiba-tiba Ayahnya memutuskan bahwa Alin harus segera menikah dengan seorang laki-laki bernama Raden Bagja suryana yang masih ada ikatan kekerabatan dengan keluarga bapaknya.Ntah dengan alasan apa hingga Bapak ibu berserta keluarga yang lainnya menyetujui hal tersebut dengan tanpa meminta persetujuan dulu dari Alin.
Memang ada tradisi kuno dan feodal dalam keluarga besarnya bahwa dalam masalah perjodohan selalu melalui orang tua dengan orang tua,meskipun pada zaman ini hal tersebut sangat tidak layak,karena telah melupakan hak dan kebebasan seorang anak tapi Alin tidak berdaya karena keluarganya yang Otoriter,selalu mengatakan ”kapan lagi kamu akan mengabdi pada kedua orang tuamu” Dan alinpun tak berdaya menerima segala keputusan keluarganya demi satu alasan pengabdian pada orang tua,meskipun alin yakin bahwa semua itu adalah semu.
Seseorang menepuk bahu Alin yang sedang melamun dibangku rumah sakit,membuat Alin kaget dan tersadar dari lamunannya.” Kenapa sih lama bener nengok yang sakitnya sampai larut malam begini” Tanya si penepuk.
Ternyata dia adalah keponakannya yang sengaja menjemput Alin karena keluarganya merasa hawatir sudah malam Alin belum juga pulang.maka dalam kebingungan. Alin tak bisa memilih selain ikut pulang mengikuti keponakannya.Alin.Bingung dan putus asa.
Tiga hari sudah dari waktu Alin mencari Bimo kerumah sakit..Kini Alin berada dikamarnya yang sudah mewah dihias berbagai pernak pernik Kamar pengantin.bagaikan ratu Alin dihias oleh seorang penata rias yang cukup terkenal dikotanya.Sekitar pk. 10 siang nanti Alin akan diresmikan mejadi sorang istri dari seorang laki-laki bernama Raden bagja suryana,yang usianya terpaut cukup jauh dengan usianya.Mata alin merah sembab karena sejak tadi malam menangis,
Sambil menuruti perintah dan arahan dari sang perias. Alin tak sengaja mendengar suara dari seorang penyiar TV yang memberitakan “ Telah meninggal dirumah sakit sekitar tiga jam yang lalu seorang pendaki gunung bernama Bimo.setelah dirawat dirumah sakit beberapa hari akibat kecelakaan yang menimpanya disaat melakukan pendakian pada sebuah tebing,Dia terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter.” Alin menjerit mendengar berita itu , jelas nama dan vidio yang ditayangkan Tv tersebut adalah Bimo kekasihnya. Hanya beberapa detik sehabis mendengar berita itu Alinpun tak sadarkan diri *** ( Bersambung)

PART. II
Dalam sebuah rumah megah yang tertata rapih dikomplek mewah sebuah perusahaan pertambangan asing kini Alin tinggal bersama sang suami yang sama sekali tidak dicintainya.namun Alin berusaha menerima apa yang telah mejadi jalan hidupnya meski pahit terasa.
Dari hari kehari hanya berteman air mata dan kedukaan yang panjang namun Alin tidak pernah memperlihatkan kedukaannya pada siapapun apalagi kepada suaminya.Alin berusaha untuk tegar “ kalaulah ketersiksaan ini merupakan pengabdian pada orang tua dan menjadi salah satu ibadahku maka kuatkanlah aku yaa Tuhan “ bisik hati Alin ketika dia sendiri diruang tamu,karena suaminya sudah beberapa hari ini tugas keluar kota.
Air matanya tak bisa dibendung,Alin ingat hari-hari indah bersama Bimo,harafan yang pernah digayutkan diangan-angan indah kini semuanya musnah terbang ntah kemana. Ingin rasanya Alin menengok pusara Bimo,Alin ingin menumpahkan segala kesedihannya pada Bimo meski hanya diatas puasaranya tapi hal tersebut kayaknya hal yang tidak mungkin.
Posisi Alin kini sudah lain.Alin kini sudah menjadi istri seorang laki-laki yang sama sekali tidak dicintainya.namun bagaimanapun Alin tetap melakukan kewajiban sebagai seorang istri yang baik,meskipun hatinya merintih dalam ketersiksaan yang panjang.Apalagi jika teringat ketika malam pertamanya, dari situlah ketersiksaannya dimulai.
Alin yang tidak begitu faham sebenarnya malam pertama, ahirnya harus menelan kepedihan,Sedang suaminya yang duda tentu saja sudah berpengalaman.
Saat itu alin hanya terdiam diperlakukan kasar oleh suaminya.Alin menelan malam yang penuh sakit, hatinya sakit juga fisiknya sakit namun suaminya tidak mau mengerti. Hampir semalaman melampiaskan nafsu birahinya.Dan yang membuat Alin tidak suka ketika suaminya menciuminya dengan bau aroma yang asing bagi alin yang membuat Alin ingin muntah.

Belakangan Alinpun jadi tahu bahwa aroma tersebut adalah bau Alkohol,yang memang sudah menjadi kebiasaan suaminya jika ingin berhubungan selalu menegak minuman keras terlebih dahulu,padahal seumur hidup Alin paling anti dan benci pada hal semacam itu,
Ketika bersama Bimo Alin sudah berkomitmen dengan Bimo bahwa kelak rumah tangganya harus bersih dari yang namanya polusi rokok apalagi minuman keras.Bimo dan alin sudah meng-angankan rumah tangganya kelak akan melakukan pola hidup sehat dan religious.
Tapi kini justru suaminyalah yang melakukan hal sangat Alin benci.namun sekali lagi Alin tak bisa protes karena Alin mulai hapal karakter suaminya yang keras kepala dan ingin menang sendiri.
Tiba-tiba Alin ingat sesuatu yang selama ini menjadi benda pusaka, yang selalu menemaninya dalam kesepian yaitu surat terahir dari Bimo yang Alin terima setelah Bimo pergi untuk selamanya dari Ulfa sahabatnya sesama pendaki :
Untuk : Permataku
Alin sayang…seterimanya surat ini,mungkin aku telah pergi jauh…jauhhh sekali ntah mengapa malam ini tiba-tiba aku ingin berangkat mendaki,
tadinya aku mau menemuimu sekedar berpamitan namun waktunya sangat mepet hingga aku langsung berangkat,Maafkan aku sayang…(mudah-mudahan kamu faham) arti dari semua ini.Janganlah kamu menangis bila ternyata kelak nasib memisahkan kita..hidup adalah tantangan untuk kita taklukan..
Alin..Aku tidak akan menyalahkan siapapun dalam kejadian ini.Harta adalah imaginasi manusia siapapun itu termasuk orang tuamu..setiap orang tua pasti menginginkan anaknya bahagia,mereka yakin dengan harta yang banyak maka hidupmu akan bahagia( wajar,kan.)
Jangan tanyakan aku dapat kabar dari mana tentang rencana perkawinanmu dengan duda kaya itu….yang jelas aku tahu semua ceritanya dari awal sampai ahir,Aku semakin yakin bahwa cintamu begitu besar untukku.begitupun cintaku padamu seperti matahari yang tak pernah ingar janji tapi tak pernah menagih janji.
Jika ditakdirkan aku mempunyai pusara maka tengoklah pusaraku meski hanya sekali saja seumur hidupmu.disana pasti kau akan baca betapa besarnya cintaku padamu….
Alin..sayang malam semakin gelap,Nampak bidadari dari tebing sudah melambaikan tangannya.aku harus segera berangkat memasang tali dan menancapkan paku kesetiaanku padamu ditebing ini…..
Alin menangis dalam sendiri…….ada Tanya dalam hatinya “kenapa surat Bimo tidak selesai….
( bersambung…)***

No More Posts Available.

No more pages to load.