Waspadai Kasus Gagal Ginjal Anak, Karnoto minta Dinkes Gencarkan Pelaporan dan Penyelidikan Epidemiologi.

oleh -142 Dilihat

GARUT, tabloidpersada-com
Sejalan dengan pesan berantai dari Kementerian Kesehatan yang diteruskan kembali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten ke Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Faskes lainnya terkait upaya penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus Gagal Ginjal Akut pada Balita sehubungan dengan telah terjadinya kematian pada 99 balita karna gagal ginjal akut, Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Garut Karnoto, SKep. MSi saat sidang paripurna DPRD pada hari Jum’at (21/10) minta semua faskes dan tenaga kesehatan gerak cepat tindak lanjuti seruan tersebut ke tengah masyarakat.

“Apresiasi pada Dinas Kesehatan yang sudah pro aktif mengintruksikan penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gagal ginjal anak ke seluruh instansi dan SDM kesehatan, namun seruan ini harus segera ditindaklanjuti oleh segenap Faskes dan Nakes Garut dengan langsung terjun ke tengah-tengah masyarakat memastikan tidak ada penggunaan obat paraset Syrup sesuai arahan BPOM serta segera lakukan penyelidikan dan pelaporan kasus jika terjadi.” Ujar Karnoto

Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak usia 6 bulan-18 tahun terjadi peningkatan terutama dalam dua bulan terakhir. Secara nasional Per tanggal 18 Oktober 2022 sebanyak 189 kasus telah dilaporkan, paling banyak didominasi usia 1-5 tahun. Dan tercatat 99 Balita meninggal karna gagal ginjal akut.

Seiring dengan peningkatan tersebut, Karnoto pun meminta orang tua untuk tidak panik, tenang namun selalu waspada. Toh di Garut belum ditemukan kasus serupa.

“Orang tua harus selalu hati-hati, pantau terus kesehatan anak-anak kita, jika anak mengalami keluhan yang mengarah kepada penyakit gagal ginjal akut, terutama apabila anak mengalami gejala seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan terdekat.” kata Karnoto

Di tempat terpisah Direktur RSUD dr selamet Garut dr Husodo sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada temuan kasus tersebut. “Alhamdulillah sampai saat ini di RSUD belum ditemukan kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak, semoga memang tidak akan terjadi”. Jelas dr Husodo melalui sambungan telpon.
(AES/Raja Risnandi)***

No More Posts Available.

No more pages to load.